AMERIKA punya sejarah yang disebut "Wild West", era di mana cowboy-cowboy yang buas saling adu tembak. Edi mana orang apabila gak suka, mereka main tembak atau bunuh.
Banyak tokoh cowboy yang punya nama dan track record yang bikin merinding karena kebengisannya. Ada Billy "the Kid"alias William H Boney, John Wesley Hardin, Wyat Earp dan banyak lagi.
Indonesia khususnya Jakarta sekitar tahun 70an juga mengalami era di mana preman-preman sangat ditakuti..
Di bilangan Menteng Pulo waktu itu apabila para preman sedang berkumpul sambil mabuk minuman keras, biasanya bikin resah warga. Mereka bisa saja melemparkan bekas botol minuman keras ke tengah jalan hingga menodong dan memalaki (meminta uang) para pedagang pasar. Bila tak diberi mereka tak segan membacok.
Pokoknya saat itu sangat menakutkan. Sampai-sampai apabila ada penumpang bis kota (saat itu masih sedikit jumlah kendaraan) yang turun di sekitar situ mereka berjalan memutar demi menghindari para preman-preman itu.
Ada sejumlah tokoh preman di sekitar situ yang sangat ditakuti. Seperti Ujang Peda, Nico atau Nicholaus (preman bertubuh bule kecil bengis penuh tato keturunan Portugis) Monte, Cecep Lisong, Tonis dll. Mereka adalah preman yang sudah bolak balik masuk bui.
Tapi masuk tahun 80an pemerintah mulai memberlakukan kebijakan melibas para preman yang dikenal dengan "Petrus" atau Penembakan Misterius. Sejak ada isu petrus itu, mereka, para preman, satu persatu hilang. Ada yang mayatnya ditemukan di pinggir jalan atau semak-semak.
Maka era coboy jalanan alias preman berakhir sudah. Hanya Cecep Lisong yang selamat dari peristiwa petrus. Dia meninggal baru-baru ini yakni tahun 2020 karena tua dan pikun.
Indonesia Tempo Doeloe

