Rapatikus -- Bill Kovach, kurator Nieman Foundation on Journalism, Universitas Harvard, salah satu guru wartawan yang paling dihormati dari Amerika Serikat, punya cerita yang penting untuk menerangkan isu independensi dalam dunia jurnalistik
Pada 1979, ketika baru menjadi kepala biro Washington New York Times, Kovach diajak mengobrol Presiden Jimmy Carter di Gedung Putih. Mereka bicara tentang makna informasi buat seorang politikus dan seorang wartawan.
Carter berkata, "Ketika Anda memiliki kekuasaan, Anda menggunakan informasi untuk membuat orang mengikuti kepemimpinan Anda. Namun kalau Anda wartawan, Anda menggunakan informasi untuk membantu orang mengambil sikap mereka sendiri."
"Carter benar sekali," kata Kovach. "Informasi yang sama dipakai untuk dua tujuan yang berbeda. Bahkan berlawanan."
Ini pula yang membuat Kovach mengambil sikap teguh untuk independen dari dunia politik maupun politisi. Kovach setia pada jurnalisme dan tak pernah mau menerima tawaran masuk ke dunia politik. Ia membuktikannya selama bekerja sebagai wartawan sejak 1959. Kovach tak pernah masuk ke partai, ikut kampanye atau menerima pekerjaan lain di luar jurnalisme.
Inilah salah satu elemen jurnalisme. Loyalitas utama seorang wartawan adalah kepada warga masyarakat tempatnya berada. Wartawan bisa melayani warga dengan sebaik-baiknya apabila mereka bersikap independen terhadap orang-orang yang mereka liput. Independen baik dari institusi pemerintah, bisnis, sosial maupun politik. Wartawan bahkan harus independen dari pemilik media tempatnya bekerja.
Bila seorang wartawan masuk politik, ia akan mempunyai sikap yang berbeda terhadap informasi,
Di Indonesia tak sedikit wartawan yang kemudian terjun ke dunia politik. Ini beberapa nama di antaranya.
Bambang "Bamsoet" Soesatyo sebelum menjadi ketua DPR RI, menggantikan Novanto, mengawali kariernya sebagai seorang wartawan.
Bambang pernah menjadi wartawan Harian Umum Prioritas (1985), Sekretaris Redaktur Majalah Vista (1987), Pemimpin Redaksi Majalah Info Bisnis (1991), dan Direktur PT Suara Rakyat Membangun (2004).
Bamsoet kemudian beralih ke dunia politik dan menjadi politisi Golkar hingga menjadi wakil rakyat di Senayan.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Ahmad Muzani yang lahir di Tegal, 15 Juli 1968, adalah seorang pengusaha dan juga politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Sejak remaja ia sudah menekuni berbagai organisasi di kota kelahirannya. Berbekal pendidikan jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, Ahmad Muzani terjun menjadi wartawan majalah Amanah dan penyiar radio Ramako. Berkat ketekunannya, ia terpilih menjadi direktur di radio ini untuk kawasan Serang, Banten.
Nama lain misalnya adalah Yenny Wahid. Putri Gus Dur ini memutuskan untuk menjadi wartawan.
Yenny bertugas sebagai reporter di Timor-Timur dan Aceh. Ia menjadi koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne) antara 1997 dan 1999. Yenny juga terjun ke dunia politik. (*)
Oce Satria, dari berbagai sumber

